
Kisah-kisah perjuangan hidup Laisa diungkapkan secara memukau dalam 44 bab. Di dalamnya menggambarkan peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi terwujudnya kehidupan yang lebih baik di lembah itu karena tekad dan perjuangan Laisa. Seperti pada bab Lima Kincir Air pada bab ini mengisahkan tentang keberanian Laisa mendukung ide Dalimunte yang waktu itu masih SD untuk mendirikan kincir air di atas bukit cadas setinggi 5 meter. Ide yang ditolak oleh seluruh penghuni lembah, ia meyakinkan mereka tak peduli oleh rasa gugup dan gentarnya. Ia telah bertekad Laisa tak akan membirkan adik-adiknya kecewa dan malu, jika ada yang harus meresa kecewa dan malu itu adalah ia, bukan adik-adiknya. Adik-adiknya berhak atas masa depan yang lebih baik daripada dirinya (hal. 92)
Begitu banyak masalah yang harus dihadapi Laisa, mulai dari tak seorang pun yang mau menikahinya, gunjingan orang-orang tentang ia yang dilintasi adik-adiknya, tentang penyakit kanker yang di deritanya dan masih banyak lagi dan semua itu hanya dijawab Laisa dengan senyuman dan keyakinan bahwa hidup, mati, dan jodoh ada di tangan Allah. Ya, Laisa tak pernah keberatan dengan takdir kehidupannya (hal. 221)
Selain itu novel ini juga mengandung nilai-nilai kehidupan yang patut dijadikan teladan. Seperti novel-novel Tere sebelumnya, pembaca seolah-olah diberi pelajaran untuk selalu ikhlas, tabah, dan kuat dalam menjalani kehidupan. Dalam penggunaan bahasa yang komunikaif itu pula ia juga mengajarkan kita untuk selalu bekerja keras dan menghargai arti pentingnya sekolah dan pendidikan. Selain itu, Tere juga menyelipkan potongan-potongan ayat suci Al Quran di dalam novel-novel yang ditulisnya.
Meski banyak hal-hal yang menarik dari novel ini, terdapat beberapa hal yang mungkin membuat pembaca merasa bingung dan tak mengerti apa yang akan disampaikan oleh Tere. Alur maju mundur yang jarak diantaranya terlalu cepat membuat pembaca kebingungan memahami isi dan tak jarang untuk menengok kembali cerita di bab sebelumnya. Makna dari bidadari-bidadari surga pun menimbulkan banyak tafsiran karena hanya di ungkapkan pada akhir novel ini.
Diantara sekian banyak novel yang beredar di tanah air, Tere berhasil menyuguhkan Bidadari-Bidadari Surga ini dengan sederhana. Akan tetapi, dalam kesederhanaan itu mengajarkan kita bahwa kemiskinan dan cobaan hidup tidak membuat kita menyerah, namun justru menambah semangat untuk berusaha lebih keras di samping berdoa dan beribadah. Selain itu, dalam rangkaian cerita realistis, mengharukan, dan indah inilah akan terlihat betapa kebahagiaan tak diukur dari diri sendiri tapi kebahagiaan adalah membuat orang yang kita sayangi bahagia karena perjuangan kita. Oleh karena itu, novel ini cocok dibaca oleh semua kalangan terutama mereka yang ingin mengerti makna sesungguhnya dari kasih sayang.
bagi yang berminat ingin membaca secara lengkap, bisa download novelnya di sini
17.48 |
Category:
BUKU
|
1 komentar
Comments (1)
Tolong di posting cerita lengkapnya donk